Senin, 30 Desember 2013

Pemanfaatan TIK Dalam Pelayanan BK di Sekolah

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Saat ini penggunaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah merupakan bagian dari aspek kehidupan manusia secara menyeluruh, Manusia sebagai subyek dalam kehidupan ini terus berusaha untuk menciptakan berbagai sarana kehidupan. Penciptaan berbagai sarana ini dilakukan oleh manusia agar manusia mencapai berbagai kemudahaan dalam menjalani kehidupan ini. Perkembangan teknologi informasi ini ditandai dengan hadirnya teknologi tinggi yang dapat dikonsumsi dengan mudah dan murah oleh masyarakat. Teknologi yang cenderung berkembang saat ini adalah teknologi yang berbasis jaringan (network). Sebegitu cepatnya aspek kemajuan ini dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan detik selalu mengalami perubahan yang signifikan.
Berbagai aspek dari dampak penggunaan, internet telah memberikan berbagai layanan dan kemudahan yang dapat diaplikasikan dalam kepentingan hidup manusia. Saat ini, pemanfaatan jaringan komputer banyak diterapkan dalam bidang perbankan, kesehatan, ekonomi bisnis, hiburan, keamanan, informasi, keagamaan, pendidikan, dan lain-lain. Kemampuan internet untuk saling bertukar data dan informasi merupakan satu peluang khusus yang sangat memungkinkan adanya interaksi jarak jauh antar pengguna (user) dalam hitungan beberapa detik. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta komputer lokal  (local/wide area network) dan komputer pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer terhubung kepadanya bisa melakukan komunikasi satu sama lain. Fasilitas aplikasi internet cukup banyak sehingga mampu memberi dukungan bagi kepentingan militer, akademisi, media massa, bisnis dan atau bahkan semua aspek dalam kehidupan manusia.  Fasilitas internet tersebut seperti Telnet, Gopher, WAIS, E-mail,Mailing List (milis), Newsgroups, File Trasfer Propocol (FTP), Internet Relay Chat (Chatting), World Wide Web (www), Weblog, Tweeter, Facebook dan lain- lain.
Saat ini kita telah memasuki era informasi. Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu. Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global.
Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media, termasuk teknologi informasi dan komunikasi untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global.
Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu, dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konsling dengan cara-cara yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.
Dengan ICT seorang konselor bisa berkomunikasi dengan kliennya kapan saja dan dimana saja. Saat ini teknologi internet sudah bukan barang baru dan bukan hal yang perlu ditakuti apalagi harus dihindari. Karena dengan teknologi ini kita akan mudah berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja serta tidak terikat dengan ruang dan waktu. Sehingga proses bimbingan bisa dilakukan kapan dan dimana saja, dengan demikian sorang siswa bisa saja akan merasa nyaman kalau konsultasi dilakukan melalui jaringan inernet ini, karena mungkin saja tidak merasa risih dan takut diketahui oleh orang lain. Dengan demikian proses interaksi antara konselor dengan klien akan terasa lebih akrab dan lepas tanpa beban.
Dengan perkembangan teknologi informasi sekarang ini, ada solusi yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan layanan dan memudahkan Siswa-siswi untuk mengakses layanan tersebut, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Dari berbagai jenis teknologi informasi dan komunikasi seperti dipaparkan sebelumnya, ada satu jenis teknologi yang mudah dan murah, akan tetapi mempunyai manfaat dan fungsi yang sangat besar dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling, yaitu dengan memanfaatkan Facebook. Dengan layanan berbasis teknologi ini, kita bisa memberikan layanan yang mudah diakses Siswa-siswi dengan tanpa mengeluarkan biaya, bahkan tanpa harus bertatap muka, yang dalam layanan bimbingan konseling tatap muka itu seringkali menjadi resistensi dalam mengembangkan hubungan yang rapport (hangat dan terbuka yang memungkinkan proses konseling berjalan dengan baik).
Berangkat dari persoalan tersebut di atas, maka penggunaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi baik menggunakan web, ataupun yang lebih sederhana menggunakan Facebook merupakan sebuah peluang untuk dimanfaatkan dalam layanan bimbingan dan konseling. Namun demikian, sebelum jenis layanan ini betul-betul menjadi salah satu jenis layanan di laboratorium Bimbingan dan Konseling, karena hal ini merupakan tuntutan saat ini bagi konselor atau guru Bimbingan dan Konseling.
Shertzer dan Stone (1980: 23) melalui hasil pembahasannya terhadap berbagai definisi konseling yang ditemuinya, sampai pada kesimpulan sebagai berikut: ”Counseling is an interaction process which facilitates meaningfull understanding of self and invironment and result in the establishment and/or clarification of goals and values of future behavior”. Sedangkan Hallen (2002: 11), meng-artikan konseling sebagai sebuah proses pemberian bantuan yang berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru pembimbing/konselor dengan klien dengan tujuan agar klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu mengarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkem-bangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.
Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi, terutama dalam penggunaan teknologi informsi dan komunikasi. Ketergantungan kepada teknologi ini tidak saja di kantor, tetapi sampai di rumah-rumah.
Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling, penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Hal ini sangat memungkinkan, karena dengan membuka internet, maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya.
Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. Hal ini sangat beralasan, karena data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi. Sehingga kecil kemungkinan jika data yang dimasukkan berupa data-data sampah.
Sebagai contoh, saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil sebuah perguruan tinggi. Bahkan, informasi yang didapat tidak sebatas pada perguruan tinggi saja, tetapi bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang dipergunakan oleh masing-masing program studi. Data-data yang didapat oleh siswa pada akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tentu saja, pendampingan konselor sekolah dalam hal ini sangat diperlukan.
Fasilitas di internet dapat pula dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:
  1. Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik;
  2. Akan meningkatkan kunjungan ke web site, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa;
  3. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan;
  4. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email;
  5. Tidak akan memunculkan kebosanan;
  6. Dapat ditemukan silabus, kurikulum dan lain sebagainya melalui website; dan
  7. Terdapat pengaturan yang baik
Dengan penggunaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam layanan Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat membantu dan memudahkan guru Bimbingan dan Konseling ataupun Konselor dalam  melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai konselor baik dalam  pendataan maupun dalam menangani masalah-masalah siswa yang bersifat minor maupun pendataan awal dalam menangani kasus major. Karena tuntutan layanan yang harus diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling kepada seluruh siswa di sekolah yang begitu besar sementara ratio jumlah Konselor/Guru BK tidak seimbang dengan jumlah siswa di sekolah, sehingga diharapkan dengan penggunaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi ini masalah-masalah siswa yang bersifat minor di sekolah dapat ditangani secara menyeluruh.
sumber: www.lpmpjabar.go.id

Fungsi dan Peranan TIK Dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

Fungsi dan Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling Disekolah


A.      Penggunaan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
 
Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara Online. Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti matakuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur.  Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.
Penggunaan teknologi informasi sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut:
1.      Meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik;
2.      Akan meningkatkan kunjungan ke website, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa;
3.  Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan;
4.      Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan e-mail;
5.      Tidak akan memunculkan kebosanan;
6.      Dapat mengakses berbagai data melalui website dan pengaturannya baik.
B.       Fungsi dan Peraanan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
 
Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.
Keterampilan konselor atau praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan salah satu wujud profesionalitas kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan. Teknologi informasi memiliki beberapa fungsi dan peranan umum dalam Bimbingan konseling yaitu:
1.      Publikasi
Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya.
2.      Pelayanan dan Bantuan
Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, Misalnya penggunaan media power point dan video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
3.      Pendidikan
Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya.Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.
Adapun fungsi khusus keberadaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling diantaranya adalah sebagai berikut, yaitu:
1.      Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data. 
2.      Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.
3.  Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.
4.     Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik (cyber counseling).
5.   Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.

Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi komputer dalam menunjang profesionalitas kerja konselor, maka konselor perlu mengetahui potensi apa yang terkandung pada teknologi komputer. Sesuai dengan kompetensi akademik konselor disebutkan bahwa seorang konselor professional harus menguasai khasanah teoritik dan prosedural termasuk teknologi dalam bimbingan dan konseling. Walaupun kegiatan konseling dilakukan dengan jarak jauh namun kerahasian konseli harus tetap terjaga dengan berpedoman pada Pernyataan APA Layanan oleh Telepon, Telekonferensi, dan Internet.
Layanan bimbingan dan konseling tidak selalu face to face atau tatap muka. Terdapat layanan yang lebih mudah yaitu dengan cyber counseling yang memungkinkan konseli tidak merasa malu/canggung yang bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Pemanfaatkan teknologi informasi di zaman kekinian menjadi sangat relevan ketika diterapkan dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, hal ini diharapkan menjadi efektif untuk membantu individu dalam perkembangannya secara optimal dan menyesuaikan dengan kemajuan zaman tanpa tergerus oleh pengaruh negatif dari kemajuan tersebut.

Laporan pelaksanaan Bimningan Klasikal



LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTEK BIMBINGAN KLASIKAL

Sub Tugas Perkembangan No. 9
Mencapai kematangan dalam perilaku karir

A.    Topik Bahasan            : Mengenal dunia pekerjaan dilingkungan sekitar  daerah.
B.     Bidang Bimbingan      : Karier
C.     Jenis Layanan              : Layanan Informasi
D.    Fungsi Layanan           : Pengenalan, pemahaman dan pengembangan pengetahuan tentang dunia kerja.
E.     Sasaran Layanan         : Siswa kelas X1 SMK Khozinatul Ulum Todanan.
F.      Pelaksanaan Layanan 
1.      Waktu/tanggal       : 1x10 menit, 21 November 2013.
2.      Tempat                  : Ruang kelas X1.
3.      Deskripsi Pelaksanaan layanan:
Dalam proses kegiatan pelaksanaan Bimbingan Klasikal mengalami hambatan karena LCD yang tidak dapat digunakan, sehingga harus menggunakan media poster. Akhirnya Bimbingan kembali lancar dan ada Tiga siswa yang bertanya mengenai Pekerjaan yang akan dijadikan tujuan untuk dikenali lebih dalam. Semua siswa memperhatikan dengan baik dan tertib.
4.      Evaluasi
Bimbingan Klasikal diawali dengan salam dari guru BK yang kemudian berlanjut dengan pemberian materi (mengingat waktu 10 menit). Berdasarkan respon dan reaksi yang ditunjukan, siswa menangkap dan memahami materi yang telah diberikan. Selain itu berdasarkan Laiseg juga rata-rata siswa memahami materi yang telah didapat dari penjelasan guru BK.
5.      Tindak Lanjut
Ssetelah diberikan layanan Bimbingan Klasikal dengan tema “Mengenal dunia pekerjaan dilingkungan sekitar daerah”. Jika memungkinkan akan diberikan layanan “Penguasaan Konten” dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang ada disekitarnya dan dapat dikembangkan sebagai keahlia jika siswa yang bersangkutan berminat.

Blora, 25 November 2013

Praktikan Kelas 5E    


Risa Asmaul Husna    
NPM. 11110176        













LAPORAN
EVALUASI BIMBINGAN KLASIKAL
1. Materi Evaluasi
A.    Proses Praktek Bimbingan Klasikal
B.     Proses Pelaksanaan Bimbingan Klasikal
C.     Hasil Dari Pelaksanaan Bimbingan Klasikal
2.Prosedur Evaluasi
A.    Dilaksanakan secara Lisan
B.     Dilaksanakan Secara Tertulis
3.Instrument Evaluasi
Dalam meng-evaluasi keberhasilah kegiatan Bimbingan Klasikal yang telah dilaksanakan, maka Guru BK menggunakan tiga tahap penilaian yaitu:
-          Penilaian Segera (Laiseg)
-          Penilaian Jangka Pendek (Laijapen)
-          Penilaian Jangka Panjang (Laijapan)
Selain itu Guru BK juga menyanyakan kepada siswa atau peserta Bimbingan Klasikal mengenai hasil atau hal yang diperoleh siswa tersebut setelah mengikuti kegiatan Bimbingan Klasikal.
4.Aplikasi Instrument Evaluasi
Dari instrument yang telah disusun, kemudian diterapkan kepada siswa yang telah mengikuti Bimbingan Klasikal dengan disesuaikan sesuai kegunaan instrument atau alat evaluasi yang telah disusun sedemikian rupa.
5.Mengolah Hasil Evaluasi
Untuk mengolaah hasil dari penggunaan alat evaluasi yang telah diberikan kepada siswa yang mengikuti kegiatan Bimbingan Klasikal, maka Guru BK menggunakan table yang dapat menampung jawaban dan menghitung prosentase, serta memberikan kesimpulan terhadap hasil pengolahan hasil instrument. Dari hasil evaluasi instrument yang telah diberikan, dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan Bimbingn Kasikal telah mampu memahami materi yang telah diberikan oleh guru BK.

Blora, 25 November 2013
Praktikan Kelas 5E       

Risa Asmaul Husna    
NPM.11110176         












LAPORAN
HASIL ANALISIS BIMBINGAN KLASIKAL
1.Norma atau standar evaluasi
a.       Norma yang dipergunakan meliputi:
1)      Cara Menganalisis:
2)      Kriteria hasil analisis:
b.      Deskripsi dan komentartentang hasil evaluasi
2.Analisis terhadap Hasil Evaluasi
a.       Pencermatan hasil penilaian proses dan penilaian hasil.
b.      Penerapan criteria hasil analisis, apakah hasil evaluasi tersebut tergolong jelek, sedang, atau baik.
c.       Uraian tentang kelemahan dan kelebihan hasil evaluasi
3.Penafsiran Hasil Analisis Hasil Evaluasi
a.       Menguraikan apakah hasil analisis bimbingan klasikal sudah memuat kesimpulan yang dapat ditindak lanjuti, dan saran tindak lanjut yang dapat dilakukan bagi bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan.
b.      Menyimpulkan apa saja yang telah diuraikan dalam Evaluasi Bimbingan Klasikal tersebut.
4.Laporan Praktikum Menganalisis Hasil Evaluasi Bimbingan Klasikal ini, wajib dilampirkan dalam Laporan Praktikum Melaksanakan Bimbingan Klasikal.
Blora, 25 November 2013
Praktikan Kelas 5E          

Risa Asmaul Husna          
NPM. 11110176              


LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTEK TINDAK LANJUT
BIMBINGAN KLASIKAL
1.      Penetapan Jenis dan Arah Tindak Lanjut
Jenis dari tindak lanjut adalah penguasaan mengenai hasil dari isi pelayanan Bimbingan Klasikal, yaitu para siswa mampu mengenali dunia kerja yang ada dilingkungan sekitar mereka dan mampu mengukur kemampuan mereka untuk dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaan yang ada.

2.      Pelaksanaan komunikasi rencana tindak lanjut kepada pihak terkaitq
Dalam melaksanakan tugasnya para siswa yang diharapkan dapat ikut melakukan pekerjaan orang tua mereka atau yang mereka inginkan yang ada disekitar, para siswa akan diharapkan untuk meminta ijin terlebih dahulu kepada orang tua mereka atau orang yang bersangkutan. Selain itu Guru BK akan turut serta sebisa mungkin membantu membimbing para siswa untuk semaksimal mungkin mengenali kemampuan yang dimilikinya.

3.      Melaksanakan rencana tindak lanjut berdasarkan kesepakatan dengan pihak terkait.
Setelah para siswa selesai mengikuti pekerjaan orang tua mereka serta mampu mengenali kemampuan yang dimilikinya. Para siswa dilatih untuk melihat peluang kerja yang dimilikinya dengan cara melihat kemampuan yang dimilikinya dan disesuaikan dengan lapangan pekerjaan yang ada dilingkungan sekitar mereka.
Blora, 25 November 2013
Praktikan Kelas 5E    

Risa Asmaul Husna    
NPM. 11110176        
LAPORAN
PELAPORAN KEGIATAN
BIMBINGAN KLASIKAL
1.      Laporan Pelaksanaan Bimbingan Klasikal.
Sub Tugas Perkembangan No. 9
Mencapai kematangan dalam perilaku karir

A.    Topik Bahasan            : Mengenal dunia pekerjaan dilingkungan sekitar  daerah.
B.     Bidang Bimbingan      : Karier
C.     Jenis Layanan              : Layanan Informasi
D.    Fungsi Layanan           : Pengenalan, pemahaman dan pengembangan pengetahuan tentang dunia kerja.
E.     Sasaran Layanan         : Siswa kelas X1 SMK Khozinatul Ulum Todanan.
F.      Pelaksanaan Layanan 
6.      Waktu/tanggal       : 1x10 menit, 21 November 2013.
7.      Tempat                  : Ruang kelas X1.
8.      Deskripsi Pelaksanaan layanan:
Dalam proses kegiatan pelaksanaan Bimbingan Klasikal mengalami hambatan karena LCD yang tidak dapat digunakan, sehingga harus menggunakan media poster. Akhirnya Bimbingan kembali lancar dan ada Tiga siswa yang bertanya mengenai Pekerjaan yang akan dijadikan tujuan untuk dikenali lebih dalam. Semua siswa memperhatikan dengan baik dan tertib.
9.      Evaluasi
Bimbingan Klasikal diawali dengan salam dari guru BK yang kemudian berlanjut dengan pemberian materi (mengingat waktu 10 menit). Berdasarkan respon dan reaksi yang ditunjukan, siswa menangkap dan memahami materi yang telah diberikan. Selain itu berdasarkan Laiseg juga rata-rata siswa memahami materi yang telah didapat dari penjelasan guru BK.
10.  Tindak Lanjut
Ssetelah diberikan layanan Bimbingan Klasikal dengan tema “Mengenal dunia pekerjaan dilingkungan sekitar daerah”. Jika memungkinkan akan diberikan layanan “Penguasaan Konten” dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang ada disekitarnya dan dapat dikembangkan sebagai keahlia jika siswa yang bersangkutan berminat.

2.      Lampiran uraian pendapat tentang Bimbingan Klasikal yang telah dilaksanakan, dan alas an mengapa laporan perlu disampaikan kepada pihak lain.
A.    Pendapat tentang Bimbingan Klasikal
Bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan dapat terlaksana dengan lancer dan cukup menarik dengan kondisi siswa yang tertib serta memperhatikan sehingga mereka dapat menangkap dan memahami materi yang telah disampaikan oleh Guru BK.
B.     Alasan Laporan Perlu Disampaikan
Laporan ini perlu disampaikan kepada pihak terkait sebagai bentuk laporan pelaksanaan kegiatan dan supaya laporan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait sesuai dengan kepentingan dan keperluan peningkatan dan pengembangan kemampuan belajar siswa.
C.     Laporan ditujukan
Laporan yang telah dibuat diberikan kepada Kepala sekolah atau pihak yang berkaitan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan serta untuk dapat dimanfaatka untuk kepentingan lain. Selain itu laporan ini disatukan dibelakang laporan praktikum membuat laporan sebagai pelengkap dalam membuat laporan supaya lebih jelas pelaksanaan dan tujuan dari pembuatan laporan ini.

3.      Dokumentasi Laporan
Semua laporan dan semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Bimbingan Klasikal dibuat dan disimpan dengan tertib dan rapi untuk dapat dibuka kembali jika diperlukan dalam bentuk:
1.Soft Copy atau dalam suatu file snelchechter/business file
2.Hard Copy laporan yang telah dicetak atau diprint dijilid sebagai laporan yang diduplikatkan sedangkan yang asli telah dikirim atau diserahkan kepada pihak terkait.

Blora, 25 November 2013
Praktikan Kelas 5E    

Risa Asmaul Husna    
NPM.11110176         













LEMBAR PENILAIAN
KETERAMPILAN BIMBINGAN KLASIKAL (CALSSSROOM GUIDANCE)
Nama Guru BK           :
Topik PBK                  :
]Hari, Tanggal             :
Layanan ke                  :
Petunjuk:
3.      Berikan skor (4) dalam tampilan yang sdangat baik, (3) baik, (2) cukup baik, dan (1) belum baik.
4.      Nilai keseluruhan diperoleh dari jumlah skor dibagi jumlah komponen dikalikan 100%
NO
ASPEK PENILAIAN
BUTIR PENILAIAN
SKOR
1
Pra-Pembelajaran
Kesiapan ruang, alat, dan media pembelajaran  dan memeriksa kesiapan siswa
1   2   3   4
2
Membuka pelajaran
Penyiapan siswa, orientasi dan kontrak belajar, apersepsi/pengantar
1   2   3   4
3
Penguasaan Materi
Guru BK memiliki penguasaan materi pembelajaran dengan baik
1   2   3   4
4
Interaksi dan Skenario Pembelajaran
Kesesuaian langkah pembelajaran, fasilitasi pengalaman belajar, efektivitas pengelolaan kelas, ketepatan teknik bertanya, kesesuaian metode dan media pembelajaran dengan kompetensi dasar, kecakapan menggunakan media
1   2   3   4
SATUAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1
Nama Kegiatan
Pengenalan dunia Kerja
2
Aspek
Dunia Kerja
3
Topik
Mengenal dunia pekerjaan dilingkungan sekitar daerah
4
Bidang Bimbingan
Karier
5
Kompetensi
Informasi (mengenai dunia kerja dilingkungan sekitar)
6
Tujuan
a.       Menambah pengetahuan siswa tentang dunia kerja yang ada dilingkungan selitar
b.      Menambah pengetahuan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai pekerjaan yang ingin dicapai
c.       Melatih siswa untuk mampu mengenal dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya

7
Indikator
Siswa mampu mengenal dan memiliki pengetahuan tentang dunia kerja yang ada dilingkungan mereka
8
Strategi
Bimbingan Klasikal
9
Teknik
Ceramah
10
Sasaran
Siswa X SMK Khozinatul Ulum Todanan
11
Waktu
1x10 menit
12
Tempat
Ruang kelas X SMK Khozinatul Ulum Todanan
13
Media
Power point (poster jika power point ada gangguan)
14
Langkah Layanan

a.      Kegiatan Awal
1.      Guru BK mengucapkan salam dan memimpin doa.
2.      Guru BK menanyakan siswa yang tidak hadir dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Klasikal.
b.      Kegiatan Inti
1.      Guru BK menayangkan power point / poster yang telah dipersiapkan.
2.      Guru BK memberikan penjelasan materi untuk memperjelas media.
3.      Guru BK memperhatikan dan menyesuaikan penjelasan materi dengan kondisi siswa.
c.       Kegiatan Akhir
1.      Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami atau masih kurang jelas.
2.      Guru BK bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
3.      Guru BK mengucapkan tetima kasih dan salam untuk mengakhiri kegiatan.
15
Evaluasi
a.       Proses
1.      Bagaimana penyampaian materi yang dilakukan oleh Guru BK?
2.      Apakah penjelasan materi sesuai dengan materi yang ada pada media?
3.      Apakah materi yang disampaikan mudah dipahami?
4.      Apa manfaat yang kalian peroleh dari penyampaian materi oleh Guru BK?
b.      Hasil
1.      Setelah mengikuti kegiatan ini apakah kalian memiliki gambaran mengenai pekerjaan yang akan kalian kenali dilingkungan sekitar?
2.      Setelah krgiatan ini
16
Sumber Rujukan
17
Materi
Mengenal Dunia Kerja, Tak Cuma Teori

Materi
         Guardiner mengatakan, sejak dini siswa perlu diperkenalkan pada tempat kerja dan peluang karier yang tersedia dengan mendekatkan mereka pada dunia kerja sesungguhnya untukmmengeksplorasi kemampuan dan skill yang dimilikinya.
         Di usia 15 sampai 17 tahun, siswa perlu untuk mulai dikenalkan pada dunia kerja, khususnya dengan menanamkan motivasi dan rasa percaya diri mereka sebelum menghadapi dunia kerja tersebut.
         Dilaksanakan dalam tiga tahap kegiatan, tahap pertama Job Shadow atau Perfect Match, siswa belajar mengeksplorasi kemampuan diri dan skill yang dimilikinya. Dari tahap pertama ini, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin melihat peluang karier yang tersedia setelah lulus nanti.
         Tahap kedua atau Site Visit Programme merupakan kunjungan kedunia kerja, siswa dapat ikut membantu pekerjaan orang tua untuk mengetahui seperti apa dan butuh keahlian apa untuk dapat mengerjakannya. Dengan begini para siswa akan melihat langsung mentor-mentor mereka, yaitu para orang tua merek masing-masing, menggunakan skill danpengetahuannya. Pengenalan ini akan lebih efektif karena orang tua lebih dekat dan paham mengenai anaknya.
         Sementara tahap terakhir atau Looking Back, merupakan tahap evaluasi. Ditahap ini siswa diarahkan menganalisis segala yang telah dilihat, didengar, dan dialami langsung selama mengikuti kegiatan pekerjaan orang tua mereka.
         Dari ketiga tahapan ini, focus yang diharapkan adalah siswa memiliki bekal dan gambaran yang jelas cara bekerja kelak dikemudian hari.
Blora, 25 November 2013
Praktikan Kelas 5E    

Risa Asmaul Husna    
NPM. 11110176




LAPORAN
PELAKSANAAN BIMBINGAN KLASIKAL
Dosen Pengampu: G. Rohastono Ajie M.Pd








Oleh: Risa Asmaul Husna (11110176)


PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI SEMARANG
2013