Selasa, 07 Januari 2014

Perilaku Nakal Pada Anak Jalanan



LAPORAN
PERILAKU NAKAL PADA ANAK JALANAN
Laporan ini disusun guna memenuhi tugas akhir semester 2 pada Mata Kuliah BK Sosial oleh Dosen Pengampu Heri Saptadi Ismanto, S.Pd.,M.Pd.
Oleh:
Nama          : Thaariq Falaq.
NPM           : 11110173
Kelas          : 2B.


Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Semarang
Juni, 2012

A.   Permasalaahan Counselee
Perilaku nakal pada anak jalanan di kota semarang

Persoalan pada diri anak jalanan adalah karena kurangnya mengendalikan emosi pada diri anak jalanan, baik emosi negative maupun emosi positif sehhingga mendorong nak melakukan tindak kenakalan baik termasuk sebagai kategori penyimpangan social maupun yang sudah berat adalah kriminalitas.

B.   Identitas Diri Counselee:

Nama lengkap             : Sudarmaji.
Nama panggilan          : Ajik.
Wilayah                       : Semarang-Kendal.
TTL                             : Kendal, 1 April 2000
Usia                             : 12 tahum.
Jenis kelamin               : Laki-llaki.
Harapan                       : Ingin pulang berkumpul dengan keluarga.
Cita-cita                      : Ingin jmenjadi pengusaha.


C.   Identifikasi Masalah

Kenakalan anak adalah segala perbuatan yang melanggar norma atau moralitas masyarakat, dan dilakukan dalam usia 2 sd 10 tahun atau sebelum memasuki usia remaja. Anak disini diartikan sebagai seseorang yang belum memasukim usia remaja bahkan dewasa sehingga ini juga dapat diartikan sebagai penyimpangan social dan bahkan sebagai kriminalitas namun dibawah umur.
Segala bentuk kenakalan remaja ini seperti yang dilakukan saudara Sudarmaji yang sering akrab dipanggil Ajik ini adalah anak yang sanagat nakal sekali. Segala macam bentuk kenakalan anak sudah dilakukan seperti : berjudi, mencuri, pencurian barang,penipuan,pelanggaran tata susila yang lain. Semua yang dilakukan anak ini adalah tindak kriminalitas namun sangat beruantung sekali ketika penyimpangan social dan kriminalitas sudah dilakukan dari kepolisian tiak pernah mengetahui.
Disamping itu ajik ini sebenarnya sudah menyadari berbagai tindakan yang dilakukanya dengan temanya adalah perbuatan yang merugikan diri sendiri bahkan oranglain, anehnya disaat itu terjadi dia menambahkan tindakan kriminalitas itu dengan perbuatan seks bebas, pergaulan bebas, ikut sebagai punk jalanan yang biasanya banyak sekali merugikan masyarakat bahkan meresahkan masayarakat.
Kesadaran yang dialaminya adalah bentuk dari ketidakpuasan dia selama ini dengan dirinya sendiri karena pelanggaran nortma,asusila, dan hukumj. Semakin hari ungkapnya saat di wawancarai di jalanan ini, dia mengaku bahwa sudah bosan ingin pergi ari lingkungan ini dan pulang kembali ke rauymah untuk berkumpul dengan keluarganya namun disisi lain dia masih terpengaruh dengan linhgkungan dalm hal ini adalah teman-temanya.

D.   Prognosis

Apapun yang sebnarnya dilakukan oleh Ajik ini adalah sebuah kesalahhan yang berakibat fatal pada kenakalan bahkan dari kenakalan ini akan mengarahkan pada kriminalitas. Berbagai masalah pasti akan muncul dari kenakalan remaja yang ditimbulkanya ini missal dari free sex akan menjadi penyakit HIV atau Aids, kemudian mabuk-mabukan akan menjadikannya sebagai preman, bahkan pada akhirnya anak ini akan melakukan perusakan diri seperti menggunakan narkoba atau sejensinya, sampai akhirnya kematian.
Semua kemungkina itu akan terjadi, namun kin saatnya dibahas mengenai perjalanan bagaimana ini bisa membawa ajik ke jalanan atau pergaulan kenakalan di jalanan semarang ini.
Ketika ditanya mengenai perjalanannya kesini, ajik yang ditemui saat itu memberitahu bahwa dia tertekan akan semua yang dibebankan oleh keluarganya, sebagai anak kedua dari dua bersaudara, karena dia nak pertama kemudian adaiknya umur sekitar 2 tahun saat ini. Dari urut-urutan itu, maka kedua orangtua pasti memberikan tanggungjawab yang lebih untuknya, pmeskipun saat itu dia masih berumur 7 tahun. Dari situ dan dari serge ekonomi Ajik tidak pernah meraskan bangku sekolah namun malah pekerjaan yang harus dipikulnya, seperti misalnya: mencuci pakaian, menjual Koran, mengamen, bahkan pernah disuruh meminta-minta.
Dari sekian beban yang telah diberikan Ajik ini mencoba untuk mengerti bahwa dia sudah menjadi dewasa sebelum waktunya namun saat itu orangtuanya terlalu memaksakan diri anakanya ini sehingga beban dan tekanan batin paswti dialaminya.

E.   Sintesis

Melihat dari sekian banyak latar belakang dan permaslahan yang cdukup rumit, namun Kita dapat melakukan pendekatan terhadap kasus ini. Dari penyebab masalah yang muncul dapat ditarik kemungkinan masalah sebenarnya :
1.      Segi Sosiologis
Dimana segi ini memungkinan bahwa setiap orang dipengaruhi oleh lingkungan dan setiap linhgkungan dipengaruhi oleh seseorang atau masyatrakat. Sama dengan kasus ini kasus yang tergolong sebagai bidang Pribadi dalam Bimbingan dan Konseling. Kasus ini sangat kompleks terjadi dimanapun dan kapanpun terutama saat ini dialami saudara kita yaitu Ajik ini. Ketika dia ingin keluar dari gang Punk Jalanan ini tidak bisa karena menurutnya sudah adanya ikatan dan dari setiap anggotanya menganggapnya seperti saudara sehidup seemati. Namun memang disayangkan dari lingkungan ini membuat dampak yang tidak dapat dibilang sebagai dampak positif, namun negative.

2.      Segi Psikologis
Dilihat dari bagaimana Ajik ini menjalani pernaya sendiri sebagai anggota dari keluarga, dari situ sudah Nampak bahwa seorang yang berumur 7 tahun sudah didik menjadi orang yang sangat dewasa, hari-harinya yang penuh denga kerja dan kerjha, ditambah beban dari dalam batinya yang mengakibatkan Ajik ini harus meninggalkan rumahnya tanpa memberitahu keduaorangtuanya. Ini adalah keputusan yang tak masuk akal katanya.
Pendekatan yang sudah kita singgung tadi adalah memungkinakan berbagai penyebab yang terjadi dilihat dari segi sosiologis dan psikologis. Untuk membantu saudara kita ni, kita membutuhkan konseling yang bersifat kekeluargaan jadi dimana antara kita selaku konserlor dengan dia selaku client diberikan pemahaman pentingnya keluarga bagi masa depanya, minimal pengertian dari keluarga yanhg sesungguhnya. Ketika itu sudah diberikan maka selanjutnya adalah kita berikan tritmrn berupa represi yaitu sebuah pengendalianj emosi dengan mengalihkan perhatianya atau emosi negatifnya ke bentuk yang lebih positif, ketika dia mendapatkan masalah dia diberikan solusi dari masalh irtu dengan melakukan hal positif misalnya main gitar, sebagai anak jalanan pasti akan memiliki ketrampilan sebagai gitaris. Bukan sekedar mengamen di jalanan namun menyumbangkan pikiran dan ketrampilanya untuk unjuk diri di bus misalnya.
Bukan ketika punya maslah larinya ke alkholisme, ini yang disanyangkan sekali. Setelah dia dapat mengendalikan emosinya tentiu daia akan lebih tenang meskipun dari teman-atemanya masih belum begitu paham akan apa yang sebenaarnya dia lakukan. Namun ketika itu pasti dia kan membawa pengaruh bagi kelompoknya. Dan saat itu berlangsung dan sudah semakin  lama maka kits berikan pilihan yang baginya akan sangat sulit, missal: kita menanyakan padanya seandainya kamu memilih keluargamu kamu akan meninggalkan teman-temanmu ini namun bagaimana senadainya kamu memilih temanmu ini maka kamu akan meninggalkan keluarhgamu ?/
Semua pertanyaan ini adalah bagian dari tritment agar client dapat mengendalikan apa yang kan dia kerjakan nanti, karena sebagian besar apa yang kita kerjakan adalah konsepsi dari alam sadar kita, dan selebihnya adalah alam bawah sadar dan alam ambang sadar.
Ketika kita lontarkan berbagain pertanyaan yang akan membuatnya berfikir keras bahkan juga berperasaan maka itu akan membawa dia untuk berproses menuju kedewassan yang sesungguhnnya. Yang kadang kala dia mengertii dengan motivasi disertai penekanan yang kita berikan tanpa dia sadari senelumya, Alhasil dai pasti sudah tentu akan pergi untuk kembali kekeluarganya dan setelah itu kieluarganya pasti akan leboh untuk membimbingan lebih baik bukan memperlakukanya sebagai miniature orang dewasa.

F.      Evaluasi dan Tindak Lanjut

Ketika permasalahan seperti ini telah muncul maka yang trjadi bukan mengantisipasi melainkan mengentaskan agar ini tidak terjadi, kemudian berulah kita mencegah supaya ini tidak terulang kembali.
Setelah melalui berproses selama berhari-hari maka kita mengadakann evaluasi tentang solusi yang coba kita berikan selebihnya kita melepaskan apapun yang terjadi dalam hal ini konsep piir client atau bagaimana keinginan dari counselee ini sebenarnya.
Ketika ditelusuri denagan wawancara dan observasi yang sederhana maka telah disimpulkan bahwa pendekatan, penelusuran penyebab, dan berbagai soluis tersebut adalah benar apa adanya dapat mengentaskan, namun dalam mencegahnya masih dalam tahap yang belum dapat ditentukan alias belum ditemukan untuk solusinya.
Factor Psikologis dan factor sosiologis ini sangat mempengaruhi bagaimana seseorang melekukan tindakan penyimpangan social dan bahkan sampai kriminalitas dalm skesemua masalah tersebut masuk dalam kategorii sebagai kenakalan anak, namu jika dibiarkan pasti mengarahkan kepada kenakalan remaja.
Yang sudah kita berikan ini ternyata membawa dampak yang bagus bukan hany dengan Ajiknya namun dan kawan-kawanya segrup punk tersebut. Mereka berpendapat bahwa mereka juga punya harapan dan cita-cita namun terlanjur adalah lasan yang benar-benar terucap diaaat ajik dan salah satu temanya idwawancarai.
Dari sekian apa yang dilakukanya juga ada yang menarik bagaimana dia dapat menrima kwana dengan sanag terbuka , yang berbeda sekali dengan orang kebanyakan sekarang. Namun semua itu yang membawa Ajik berkumpul dengan keluarganya, sampai pada akhiranya teman-temanya menyadari tindakan ajik unutk kembali kepelukan orangtua adalah benar. Dan alhasil temantemantya yang berjumlah 7 orang dapat pulang kerumah-masing-masing, meskipun dalam waktu yang relative panjang.

Evaluasi Pembelajaran



BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Pelaksanaan Evaluasi pembelajaran disekolah merupakan hal yang penting untuk dilakukan, dengan maksud agar guru dapat mengetahui letak kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan disekolah untuk dapat menjadi acuan perbaikan dalam pembelajaran terhadap siswa agar dapat mengembangkan bakat, serta minatnya untuk dikembangkan secara optimal. Selain itu pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan pembelajaran disekolah, mengenai hal-hal yang telah mampu dicapai oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah dapat mengarahkan guru untuk mengambil tindakan dalam merubah teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada siswa. Tidak keliru dalam memeilih teknik pengajaran yang tepat, sesuai dengan kemampuan siswa, agar kedepannya mereka dapat berkembang dengan kemampuan dan diarahkan dengan baik untuk dapat mencapai hasil yang maksimal dari diri siswa. Dengan demikian siswa dapat memaksimalkan potensinya untuk kegiatan belajarnya.
Dalam pelaksanaannya evaluasi pembelajaran disekolah harus dilaksanakan sesuai dengan urutan dan tata cara yang benar, supaya tidak terjadi kesulitan-kesulitan dalam proses evaluasi dan dapat dilaksanakan dengan lancar, dengan adanya prosedur-prosedur yang tepat yang sudah dibuat atau direncanakan.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana proses Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah yang baik?
2.      Apa saja yang perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah?
3.      Apa yang dimaksud Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah?






C.   TUJUAN PENULISAN
Setiap melakukan penyusunan makalah dalam segala bidang dan semua orang pasti memilki tujuan dari penyusunan makalah tersebut. Tujuan penulisan pada makalah Pelaksanaan program Bimbingan Karir disekolah yang diambil pada setiap point pada rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.      pemahaman pada Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah;
2.      pemahaman mengenai hal-hal yang diperlukan dalam Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah;
3.      pemahaman pada berbagai proses hal-hal yang pemting dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah.
D.   MANFAAT PENULISAN
Setiap makalah pasti memiliki manfaat penulisan masing-masing yang berbeda-beda, sebagaimana makalah Pelaksanaan program Bimbingan Karir disekolah ini juga tidak jauh berbeda dari makalah lain. Berbagai macam manfaat penulisan Pelaksanaan program Bimbingan Karir disekolah sebagai berikut:
1.      mengetahui tentang Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah;
2.      mengetahui hal-hal pokok dalam Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah dengan baik;
3.      mengetahui tujan Pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah.











BAB II
PEMBAHASAN
EVALUASI PEMBELAJARAN
Evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pembelajaran. Sedangkan evaluasi pembelajaran sendiri memiliki arti, suatu proses yang berkelanjutan untuk mengetahui suatu hasil belajar yang mengarah pada pengembangan pembelajaran yang lebih baik dengan menggunakan alat-alat yang akurat.
Dalam pelaksanaannya evaluasi pembelajaran memiliki tujuan, yaitu:
  1. Tujuan umum
Menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
  1. Tujuan khusus
a.       Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran
b.      Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran
c.       Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran
d.      Membuat desain evaluasi pembelajaran
Selain itu, dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran terdapat manfaat yang diantaranya adalah:
a.       Memahami sesuatu hal dalam pembelajaran (siswa, guru, sarana prasarana)
b.      Membuat keputusan (strategi belajar, metode mengajar perlu diubah?)
c.       Memperbaiki mutu pembelajaran

  1. SASARAN EVALUASI PEMBELAJARAN
  1. Input
Merupakan bahan mentah yang dihasilkan atau didapatkan dari pengumpulan informasi yang berkaitan dengan proses kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

  1. Proses
Merupakan pengolahan dari data input yang diperoleh dari pengumpulan informasi yang berkaitan dengan proses kegiatan pembelajaran siswa yang berlangsung disekolah.
  1. Output
Merupakan hasil dari proses yang telah dilakukan berupa hal-hal yang perlu diperbaiki dalam kegiatan pembelajaran, serta hal-hal yang perlu ditingkatkan atau dilengkapi atau diperbaiki untuk memaksimalkan hasil dari proses pembelajaran yang akan dilakukan dimasa mendatang.
  1. ALASAN GURU PERLU MENGADAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Guru adalah orang yang paling yang paling penting statusnya didalam kegiatan mengajar-belajarkarena guru memegang tugas yang sangat penting. Yaitu mengatur dan mengemudikan bahtera kehidupa kelas. Dalam melaksanakan tugas yang penting guru  “menciptakan suasana kelas” dapat berjalan dengan mulus. Siswa dapat belajar tanpa hambatan dan dapat menguasai apa yang diajarkan oleh guru dengan nilai yang baik. Jika ternyata nilainya tidak baik, guru tentu ingin menelusuri apa penyebabh nilai yang tidak baik itu. Jika guru tidak mengetahui apa dan bagaimana evaluasi pembelajaran, ia tidak akan mampu melakukan tugas penelusuran penyebab nilai yang tidak baik. Agar ia mampu melakukan tugas dengan baik , harus bersedia untuk mempelajari evaluasi pembelajaran dengan baik.
Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran, dibutuhkan orang orang untuk melakukan evaluasi (evaluator) dalam kegiatan pembelajaran dapat dari dalam (orang yang ikut terlibat dalam kegiatan), dan dapat juga dilakukan oleh orang luar (orang yang tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaran). Masing masing jenis evluator memiliki kelemahan.
  1. Evaluator dalam (internal evaluator)
Sangat memahami seluk beluk kegiatan, tetapi ada kemungkinan dapat dipengaruhi oleh keinginan untuk dapat dikatakan bahwa pembelajarannya berhasil. Dengan kata lain, evaluator dalam, dapat diganggu oleh unsur subjektivitas. Jika hal itu terjadi, data yang terkumpul kurang benar dan kurang akurat meskipun barang kali cukup lengkap.


  1. Evaluator luar (exsternal evaluator)
Dalam pelaksanaannya mungkin akan menjumpai kesulitan dalam memperoleh data yang lengkap karena ada hal-hal yang “disembunyikan” oleh para pelaksana kegiatan pembelajaraqn. Namun karena namun karena evaluator tidak berkepentingan akan “nama baik” pembelajaran, maka data yang terkumpul dapat lebih  objektif.
  1. OBJEK ATAU SASARAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam melakukan evaluasi pembelajaran, supaya dapat mengenal sasaran evaluasi dengan cermat, kita perlu memusatkn perhatian kita pada aspek-aspek yang memiliki sangkut paut dengan keseluruhan kegiatan pembelajaran disekolah. untuk itu adabaknya kita mengenal kembali model transformasi proses pendidikan formal disekolah. Didalam proses transformasi, siswa yang baru masuk mengikuti proses pendidikan dipandang sebagai bahan mentah yang akan diolah (ditransformasikan diubah dari bahan mentah mennjadi bahan jadi) melaluai proses pembelajaran. Siswa yang baru masuk (input) ini memiliki karakteristik atau kekhususan sendiri-sendiri, yang banyak  mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Disamping itu ada masukan lain yang juga berpengaruh dalam keberhasilan belajar siswa, yaitu masukan instrumental dan masukan lingkungan. Yang dapat dimasukan sebagai masukan instrumental adalah materi/kurikulum, guru, metode mengajar, dan sarana pendidikan (alat, bahan, dan media belajar). Siswa yang sudah dimasukan kedalam alat pemroses, yaitu transformasi, dan sudah menjadi bahan, dikenal dengan istilah hasil atau keluaran (output)







Pada gambar berikut ini disajikan sebuah bagan yang menunjukan hubungan ntra  komponen masukan mentah, sarana pemroses, dan keluaran yang sudah selesai diproses.

















 


                             (masukan instrumental)
Lingkungan manusia
 
lingkungan bukan manusia
 
Output (keluaran)
 

Proses transformasi
 
Input (masukan)
 
 







 
                          (masukan lingkungan)


        Gambar tabel proses transformasi belajar mengajar

1.      Input (masukan)
Siswa adalah subjek yang menerima pelajaran. Ada siswa pandai, kurang pandai, dan tidak pandai. Setiap siswa mempunyai bakat intelektual, emosional, sosial, dan lain-lain yang sifatnya khusus. Guru harus mampu mengenal kekhususan siswanya agar mampu memberikanpelayanan, pendidikan, dan administratif secara tepat. Pelayanan pendidikan berupa pemberian remedial dan sebagainya, sudah dibicarakan dalam pengelolaan pengajaran. Pelayanan administrasi juga harus disesuaikan dengan jenis kemampuannya. Kepada siswa yang hanya mempunyai kemampuan intelektual renda, disediakan sarana perlengkapan belajar yang dapat mendukung peningkatan prestasi. Sebaliknya siswa yang mempunyai pembawaan menonjol juga juga disediakan sarana canggih agar bakat yang dimiliki tersebut dapat berkembang secara mksimal. Penyediaan dan pengelolaan sarana merupakan salah satu dari garapan administrasi pendidikan.

2.      Materi atau kurikulum
Di Indonesia, kurikulum berlaku secara nasional karena kita menganut sistem sentralisasi. Di negara lain seperti Amerika Serkat, kuriulum sekolah  disusun sendiri oleh dan berlaku untuk negara bagian yang bersangkutan karena mereka menganut sistem disentralisasi. Seperti yang tertulis didalam adminstrasi kurikulum, di mIndonesia ini kurikulum disusun bersama oleh direktorat yang mengelola jenjang dan jenis sesuatu sekolah dengan pusat pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan (pusbangkurrndik) Balitbang Dikbub.
3.      Guru
Guru merupakan komponen penting dalam kegiatan mengajar-belajar. Kepada  guru diserahan untuk “digarap” suatu masukan “bahan mentah” berupa siswa yang menginginkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap baik yang akan digunakan oleh mereka untuk menghadapi masa depan dalam kehidupannya. Sebagai alat untuk menggarap masukan adalah materi/kurikulum yang telah disusun oleh pemerintah dan berlaku untuk seluruh Indonesia. Dengan modal materi yanhg tertera sebagai kurikullum itulah guru berupaya agar siswa dapat menguasai apa yang disediakan sekolah untuknya.
4.      Metode atau pendekatan dalam mengajar
Guru meninjau kembali tentang metode mengajar, pendekatan, atau strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru didalam menyampaikan materi kepada siswa. Dengan kata lain yang  dimksud metode mengajar adalah cara –cara atau teknik yang digunakan dalam mengajar, misalnya ceramah, tanya jawab, diskusi, sosiodrama, demonstrasi, eksperimen, dan sebagainya. Pendekatan menunjuk pada bagaimana kelas dikelola, misalnya individual, kelompok, dan klasikal. Strategi pembelajaran menunjuk kepada bagaimana guru mengatur keseluruhan proses mengajar-belajar\, meliputi; mengatur waktu, pemenggalan penyajian, pemilihan metode, pemilihan pendekatan, dan sebagainya.



5.      Sarana: alat pelajaran atau media pendidikan
Komponen lain yang harus dievaluasi oleh  guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar –belajar adalah sarana pendidikan. Sebelum guru memulai kegiatan mengajar, bahkan sebelum, atau sekurang-kurangnya pada waktu menyusun rencana mengajar, guru telah memillih alat yang kira-kira dapat membantu melancarkan atau memperjelas konsep yang diajarkan. Selain guru, mungkin siswa juga dapat dijadikan titik tolak dalam menentukan apakah sarana yang digunakan didalam kegiatan mengajar-belajar sudah tepat. Mungkin saja pada waktu menentukan alat pelajaran guru berpikir bahwa pilihannya sudah tepat. Tetapi ternyata didalam praktek pelaksanaan pengajaran, alat terdsebut ternyata kurang atau sama sekali tidak tepat. Proses pengajarannya tidak menjadi semakin lancar, tetfapi bahkan kacau balau.
6.      Lingkkungan manusia
Lingkungan manusia adalah orang-orang yang terkait dengan pengaruh langsung pada prestasi belajar. Lingkungan manusia tersebut meliputi kepala sekolah, mguru-guru, dan pegawai tata usaha disekolah itu, serta siapa saja yang  dengan atau tidak sengaja berpengruh  terhadap tingkat hasil belajar siswa.



7.      Lingkungan bukan manusia
Yang dimaksud dengan lingkungan bukan manusia adalah segala hal yang berada di lingkungan siswa yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Termasuk kategori lingkungan bukan manusia misalnya halaman sekolah, suasana sekolah, keadaan gedung dan sarana lain, serta tummbuhan yang ada disekitar seolah.


  1. CARA PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Jika guru ingin melakukan evaluasi pembelajaran dengan baik, maka harus menyusun urutan atau langkah-langkah program evaluasi pembelajaran siswa, diantaranya:
  1. Menyusun rencana evaluasi
  2. Penentuan tujuan evaluasi
  3. Menyusun instrumen pengumpulan data
  4. Perancangan (desain) evaluasi
  5. Pengembangan instrumen evaluasi
  6. Pengumpulan data
  7. Analisis dan interpretasi data
  8. Tindak lanjut











BAB III
PENUTUP


A.    SIMPULAN
Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran disekolah ada beberapa hal harus diperhatikan, antara lain adalah waktu pelaksanaan, proses pelaksanaan siswa yang diberi layanan, serta perlu perencanaan cara pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang baik dan tepat sesuai keadaan siswa, untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran yang diberikan disekolah.


B.     SARAN

Penulis mengingatkan kembali bahwa makalah ini kurang dari sempurna, seperti pepatah :
o   Di dunia ni tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT dan Kekurangan milik manusia.
o   Sehebat apapun manusia tak lain dan tak bukan karena kehebatan Allah SWT.
o   Di atas langit masih ada langit.
Makalah ini masih banyak kekurangan dalam berbagai aspek, namun demi melaksanakan perbaikan dari setiap fase perkembangan pesnyusunan makalah selanjutnya Penulis harapkan saran dan kritikan dari pembaca dan terutama Dosen Pengampu. Tidak lupa Penulis mengucapkan permohonan maaf pada kesalahan-kesalahan yang ada pada makalah ini.







DAFTAR PUSTAKA
Arikunto suharsimi. Prof, Dr. (2009) Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara