|
Nama :
Risa Asmaul Husna
NPM :
11110176
Kelas :4E/BK
|
PENGEMBANGAN PROGRAM BK KARIR
DISEKOLAH
1.
Pengertian BK Karir
Bimbingan
karier merupakan
suatu proses pemberian bantuan kepada individu-individu dalam mencapai
penanaman dan pengarahan diri pada pekerjaan, jabatan dan kedudukan yang miliki
oleh individu. Bimbingan karier adalah proses bantuan yang diberikan kepada
siswa agar dapat memahami diri, memahami nilai-nilai, memahami lingkungan,
mengenal masalah dan cara mengatasi, serta dapat merencanakan masa depan.
Bimbingan
karier adalah suatu proses bantuan, layanan informasi dan pendekatan terhadap
individu/ kelompok individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal
dunia kerja untuk menentukan pilihan karier, mampu untuk mengambil keputusan
karier dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat atau sesuai
dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan karier yang akan
ditekuninya.
2.
Tujuan bimbingan karier
Untuk persiapan menuju masa depan dunia
karier. Melalui Bimbingan karier sebagai suatu proses diharapkan mampu
menciptakan sikap kemandirian siswa dalam menentukan arah pilih karier yang
sesuai dengan keadaan diri dan kemampuannya. Karena melalui bimbingan karier
inilah siswa dapat mengetahui kondisi diri dan informasi lingkungan karier yang
diperlukan bagi dirinya untuk merencanakan karier yang memberikan tingkat
kepuasan kerja yang diharapkan, ringan dan bertanggung jawab.
3.
BK Karir tingkat SLTP atau SMP
Bimbingan
karir di SMP merupakan proses bantuan yang dberikan oleh konselor sekolah
kepada siswa dalam rangka pemberian informasi karir dan pekerjaan sehingga
muncul kesadaran pada diri siswa untuk memilih pekerjaan sesuai dengan bakat,
minat dan kemampuan yang dimiliki.
Tujuan umum bimbingan
karir di SMP/SLTP adalah memberikan kesempatan pada siswa untuk melibatkan diri
secara aktif dalam suatu proses yang dapat mengungkapkan berbagai macam karir.
Tujuan khusus bimbingan
karir di SMP adalah:
a.
Memahami lebih tepat tentang keadaan dan
kemampuan diri para siswa.
b.
Membina kesadaran terhadap nilai-nilai
yang ada pada diri pribadi siswa.
c.
Mengenal berbagai jenis sekolah lanjutan
tingkat menegah atas (SMA/MA).
d.
Mengenal berbagai jenis pekerjaan.
e.
Memberi penghargaan yang obyektif dan
sehat terhadap dunia kerja.
Tugas-tugas pokok
perkembangan yang harus dicapai anak , yaitu:
a.Mengenal
kemampuan, bakat, minat, serta arah kecenderungan karir
b.Mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan untuk pendidikan lanjutan.
c.Mengenal
gambaran dan mengembangkan sikap pribadi yang mandiri.
d.
Mengarahkan diri pada peranan sosial sebagai pria atau sebagai wanita.
Perkembangan
kemampuan berpikir anak sudah pada tahap operasional formal, dimana anak sudah
mulai berpikir secara abstrak, namun masih perlu bantuan dengan contoh-contoh
konkrit dalam kehidupan sehari-hari.Konsep belajar sudah mulai berkembang pada
tahap pemahaman, dimana setiap informasi/konsep atau peristiwa belajar dapat
dicerna oleh aspek kognitifnya sehingga mereka memperoleh pemahaman diri yang
lebih baik.Berada pada tahap perkembangan remaja, sedang mengalami masa
pubertas dan mencari identitas diri.
Fungsi bimbingan karir
di SMP adalah:
Memberikan
arahan kepada siswa agar mempunyai wawasan awal yang objektif tentang
pendidikan lanjutan dan lapangan pekerjaan.Memberikan bekal tambahan dalam
melalui masa peralihan yang sistematis dari status siswa menjadi anggota
masyarakat yang produktif.Memberikan kesempatan untuk mengenal serta membina
sikap, minat, dan nilai terhadap dunia kerja.
4.
BK Karir tingkat SLTA atau SMA
Penelitian
Holander (1974) telah menunjukkan bahwa kemampuan mengambil keputusan di antara
siswa-siswa sekolah lanjutan atas bervariasi menurut sipat-sipat intelektual
siswa.
Perbedaan dalam
aspirasi karier, diantara siswa-siswa lanjutan atas ternyata terdapat
perbedaan-perbedaan subtansial dalam kebutuhan-kebutuhan perkembangan dan
kematangan kariernya . Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan-perbedaan ini
(misalnya, tingkat bantuan orang tua , latar belakang jenis kelamin rasial dan
konsep diri, perkembangan dan kesehatan fisik) Dillart dan Campbell(1981)
membandingkan pengaruh dari orang tua terhadap prilaku karier dari 194 orang
anak anak dikelas tiga SLTP hingga kelas tiga SLTA . Sampel diambil dari
keluarga keluarga yang utuh dan tidak utuh dengan ciri-ciri sosio ekonomik
menenggah dan rendah mereka menemukan bahwa orang-orang tua ini secara
deferensial mempengaruhi perkembangan karier anak anaknya
Perkembangan
Karier
a. Kebanyakan anak anak
umur tujuh belas tahun telah membicarakan secara serius kepada seseorang
tentang rencana-rencananya di masa depan.
b. Anak anak laki-laki
cendrung lebih percaya kepada kemampuan kemampuannya mengerjakan sesuatu dari
pada anak-anak perempuan.
c. Gengsi dan status
tercatat dua kali lebih banyak daripada tantangan dan tanggung jawab, kepuasan
pribadi, kesempatan dan kemajuan sebagai alasan-alasan untuk menerima promosi
dalam pekerjaan.
a) Hanya
2,2 persen dari responden memandang bidang-bidang sekolah dan akademik sebagai
aktivitas-aktivitas yang mungkin bermanfaat untuk suatu pekerjaan.
b) Sumber
utama untuk mengetahui syarat-syarat suatu pekerjaan adalah observasi terhadap
bidang pekerjaan.
c) Hampir
semua anak-anak umur tujuh belas tahun telah memikirkan tentang jenis pekerjaan
yang mereka suka kerjakan kelak.
Tujuan Bimbingan Karier
di SLTA
Herr
(1976 : 1-2) mengemukakan tujuan tujuan bimbingan karier di SLTA yang meliputi
membantu siswa siswa belajar untuk:
a) Menunjukkan
hubungan antara hasil-hasil belajar, nilai-nilai aspirasi aspirasi
pendidikan.dan kariernya
b) Menganalisis
kompetensi pribadi sekarang dalam keterampilan keterampilan yang diperlukan
untuk pilihan-pilihan karier dan mengembangkan rencana-rencana untuk memperkuat
keterampilan ini bila di perlukan
c) Memegang
tanggung jawab dalam perencanaan karier dan konsekuensi- konsekuensinya.
d) Siap
untuk memenuhi syarat bagi taraf memasuki pekerjaan-pekerjaan dengan mengambil
mata pelajaran yang sesuai, dengan pendidikan kooperatif, atau dengan
latihan-latihan dalam jabatan.
e) Siap
untuk memenuhi syarat bagi pendidikan pasca sekolah lanjutan dengan mengambil
mata pelajaran yang diperlukan oleh tipe program dan lembaga yang diinginkan
(perguruan tinggi, perdagangan, perusahaan.
f) Mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan keterampilan yang berhubungan dengan kehidupan sebagai
konsumen.
g) Dengan
penggunaan efektif waktu luang.
h) Secara
sistematis menguji realitas pilihan-pilihan karier dengan menghubungkannya
dengan hasil belajar dalam mata pelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar