Selasa, 07 Januari 2014

Pengembangan Program BK Karier di Sekolah



Nama    : Risa Asmaul Husna
NPM      : 11110176
Kelas     :4E/BK
 
PENGEMBANGAN PROGRAM BK KARIR DISEKOLAH
1.      Pengertian BK Karir
Bimbingan karier merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu-individu dalam mencapai penanaman dan pengarahan diri pada pekerjaan, jabatan dan kedudukan yang miliki oleh individu. Bimbingan karier adalah proses bantuan yang diberikan kepada siswa agar dapat memahami diri, memahami nilai-nilai, memahami lingkungan, mengenal masalah dan cara mengatasi, serta dapat merencanakan masa depan.
Bimbingan karier adalah suatu proses bantuan, layanan informasi dan pendekatan terhadap individu/ kelompok individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja untuk menentukan pilihan karier, mampu untuk mengambil keputusan karier dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat atau sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan karier yang akan ditekuninya.
2.      Tujuan bimbingan karier
Untuk persiapan menuju masa depan dunia karier. Melalui Bimbingan karier sebagai suatu proses diharapkan mampu menciptakan sikap kemandirian siswa dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan keadaan diri dan kemampuannya. Karena melalui bimbingan karier inilah siswa dapat mengetahui kondisi diri dan informasi lingkungan karier yang diperlukan bagi dirinya untuk merencanakan karier yang memberikan tingkat kepuasan kerja yang diharapkan, ringan dan bertanggung jawab.
3.      BK Karir tingkat SLTP atau SMP
Bimbingan karir di SMP merupakan proses bantuan yang dberikan oleh konselor sekolah kepada siswa dalam rangka pemberian informasi karir dan pekerjaan sehingga muncul kesadaran pada diri siswa untuk memilih pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki.
Tujuan umum bimbingan karir di SMP/SLTP adalah memberikan kesempatan pada siswa untuk melibatkan diri secara aktif dalam suatu proses yang dapat mengungkapkan berbagai macam karir.
Tujuan khusus bimbingan karir di SMP adalah:
a.       Memahami lebih tepat tentang keadaan dan kemampuan diri para siswa.
b.      Membina kesadaran terhadap nilai-nilai yang ada pada diri pribadi siswa.
c.       Mengenal berbagai jenis sekolah lanjutan tingkat menegah atas (SMA/MA).
d.      Mengenal berbagai jenis pekerjaan.
e.       Memberi penghargaan yang obyektif dan sehat terhadap dunia kerja.
Tugas-tugas pokok perkembangan yang harus dicapai anak , yaitu:
a.Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta arah kecenderungan karir
b.Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk pendidikan lanjutan.
c.Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap pribadi yang mandiri.
d. Mengarahkan diri pada peranan sosial sebagai pria atau sebagai wanita.
Perkembangan kemampuan berpikir anak sudah pada tahap operasional formal, dimana anak sudah mulai berpikir secara abstrak, namun masih perlu bantuan dengan contoh-contoh konkrit dalam kehidupan sehari-hari.Konsep belajar sudah mulai berkembang pada tahap pemahaman, dimana setiap informasi/konsep atau peristiwa belajar dapat dicerna oleh aspek kognitifnya sehingga mereka memperoleh pemahaman diri yang lebih baik.Berada pada tahap perkembangan remaja, sedang mengalami masa pubertas dan mencari identitas diri.
Fungsi bimbingan karir di SMP adalah:
Memberikan arahan kepada siswa agar mempunyai wawasan awal yang objektif tentang pendidikan lanjutan dan lapangan pekerjaan.Memberikan bekal tambahan dalam melalui masa peralihan yang sistematis dari status siswa menjadi anggota masyarakat yang produktif.Memberikan kesempatan untuk mengenal serta membina sikap, minat, dan nilai terhadap dunia kerja.
4.      BK Karir tingkat SLTA atau SMA
Penelitian Holander (1974) telah menunjukkan bahwa kemampuan mengambil keputusan di antara siswa-siswa sekolah lanjutan atas bervariasi menurut sipat-sipat intelektual siswa.
Perbedaan dalam aspirasi karier, diantara siswa-siswa lanjutan atas ternyata terdapat perbedaan-perbedaan subtansial dalam kebutuhan-kebutuhan perkembangan dan kematangan kariernya . Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan-perbedaan ini (misalnya, tingkat bantuan orang tua , latar belakang jenis kelamin rasial dan konsep diri, perkembangan dan kesehatan fisik) Dillart dan Campbell(1981) membandingkan pengaruh dari orang tua terhadap prilaku karier dari 194 orang anak anak dikelas tiga SLTP hingga kelas tiga SLTA . Sampel diambil dari keluarga keluarga yang utuh dan tidak utuh dengan ciri-ciri sosio ekonomik menenggah dan rendah mereka menemukan bahwa orang-orang tua ini secara deferensial mempengaruhi perkembangan karier anak anaknya
Perkembangan Karier
a. Kebanyakan anak anak umur tujuh belas tahun telah membicarakan secara serius kepada seseorang tentang rencana-rencananya di masa depan.
b. Anak anak laki-laki cendrung lebih percaya kepada kemampuan kemampuannya mengerjakan sesuatu dari pada anak-anak perempuan.
c. Gengsi dan status tercatat dua kali lebih banyak daripada tantangan dan tanggung jawab, kepuasan pribadi, kesempatan dan kemajuan sebagai alasan-alasan untuk menerima promosi dalam pekerjaan.
a)      Hanya 2,2 persen dari responden memandang bidang-bidang sekolah dan akademik        sebagai aktivitas-aktivitas yang mungkin bermanfaat untuk suatu pekerjaan.
b)      Sumber utama untuk mengetahui syarat-syarat suatu pekerjaan adalah observasi terhadap bidang pekerjaan.
c)      Hampir semua anak-anak umur tujuh belas tahun telah memikirkan tentang jenis pekerjaan yang mereka suka kerjakan kelak.
 Tujuan Bimbingan Karier di SLTA
Herr (1976 : 1-2) mengemukakan tujuan tujuan bimbingan karier di SLTA yang meliputi membantu siswa siswa belajar untuk:
a)      Menunjukkan hubungan antara hasil-hasil belajar, nilai-nilai aspirasi aspirasi pendidikan.dan kariernya
b)      Menganalisis kompetensi pribadi sekarang dalam keterampilan keterampilan yang diperlukan untuk pilihan-pilihan karier dan mengembangkan rencana-rencana untuk memperkuat keterampilan ini bila di perlukan
c)      Memegang tanggung jawab dalam perencanaan karier dan konsekuensi- konsekuensinya.
d)     Siap untuk memenuhi syarat bagi taraf memasuki pekerjaan-pekerjaan dengan mengambil mata pelajaran yang sesuai, dengan pendidikan kooperatif, atau dengan latihan-latihan dalam jabatan.
e)      Siap untuk memenuhi syarat bagi pendidikan pasca sekolah lanjutan dengan mengambil mata pelajaran yang diperlukan oleh tipe program dan lembaga yang diinginkan (perguruan tinggi, perdagangan, perusahaan.
f)       Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan keterampilan yang berhubungan dengan kehidupan sebagai konsumen.
g)      Dengan penggunaan efektif waktu luang.
h)      Secara sistematis menguji realitas pilihan-pilihan karier dengan menghubungkannya dengan hasil belajar dalam mata pelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar